Areal pertanian padi masyarakat Desa Belo Kecamatan Palibelo mencapai 200 Ha dan 80 % masyarakat beraktifitas sebagai petani khususnya petani padi. Berdasarkan data tersebut maka pertanian padi menjadi kontribusi terbesar terhadap peningkatan pendapatan/ekonomi masyarakat desa Belo.
Rutinitas kegiatan tahunan masyarakat tani desa Belo dan Pemerintah desa Belo-Palibelo diawal musim tanam melakukan kegiatan "Doa So" sebagai bentuk pengharapan kepada sang pencipta untuk dimulainya musim tanam. Kegiatan yang dihelat pada hari Minggu, 13 Nopember 2022 berlokasi dl So Nonu Desa Belo.
Doa So melibatkan unsur Pemerintah Desa Belo, ulama, tokoh masyarakat, Babinsa, Babinkamtibmas, Babintribum dan masyarakat petani di Desa Belo. Antusias masyarakat untuk mengikuti acara doa bersama sangatlah tinggi ini tentunya menyiratkan harapan tentang keberkahan dari pertanian padi pada musim tanam padi tahun 2023 nanti.
"Doa So ini kami lakukan setiap tahunnya untuk mengawali musim tanam padi dengan harapan semoga hasil pertanian menjadi berkah dan dijauhkan dari segala musibah" ungkap Kades Belo Akhmad Fansuri.
Doa So yang dilakukan pada awal musim tanam ini dilakukan setiap tahunnya sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati berdasarkan musyawarah yang difasilitasi oleh Pemerintah Desa Belo dengan mendengarkan masukan dari Ulama, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta Tokoh adat yang ada didesa.
"Hari ini kami lakukan Doa So berdasarkan hasil musyawarah bersama tentunya dengan harapan semoga Allah SWT memberikan berkah dan hasil yang melimpah untuk pertanian padi pada musim tanam tahun 2023 nanti" tambah Aryansah, SH Cepe Lebe Desa Belo.
Kegiatan Doa So dipimpin oleh Cepe Lebe dan Kepala Desa dengan mengawalinya membuka tanah/menancapkan tembilang pada tanah yang disusul dengan doa bersama.
"Kepada masyarakat tani yang mau mulai mengolah tanah maupun penyebaran bibit padi, kami persilahkan karena kita sudah melakukan Doa So" lanjut Akhmad Fansuri dihadapan masyarakat petani.
red.@f