Wartadesabelopalibelo- Pemerintah Desa (Pemdes) Belo, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, terus menunjukkan komitmen tinggi dalam memperkuat sektor pariwisata berbasis potensi lokal. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) dengan Sekolah Tinggi Pariwisata (STIPAR) Soromandi Bima guna pengembangan kawasan Desa Wisata, khususnya destinasi unggulan seperti Photo Spot and Marine Tourism Lewa Mori.
Penandatanganan kerja sama yang dilakukan pada hari ini Senin (24/08/2026) dilakukan di Ruang Pimpinan STIPAR Soromandi Bima dihadiri langsung oleh Kepala Desa Belo, Akhmad Fansuri, Pimpinan STIPAR Soromandi Dr. Abustam, S.Sos., SH.,MH bersama jajaran civitas akademika STIPAR Soromandi Bima. Kolaborasi ini dirancang untuk memaksimalkan potensi wisata desa secara profesional, berkelanjutan, dan berbasis edukasi.
Kolaborasi Akademisi dan Pemerintah Desa
Kepala Desa Belo, Akhmad Fansuri, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan wujud nyata ikhtiar Pemdes Belo dalam menghadirkan inovasi pembangunan desa, meskipun di tengah tantangan efisiensi anggaran.
"Kami berterima kasih atas dukungan dari STIPAR Soromandi Bima. Melalui MoU ini, kami berharap kawasan wisata seperti Lewa Mori dan potensi lokal lainnya dapat dikelola secara lebih profesional, berdaya saing, serta memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat Desa Belo," ujar Akhmad Fansuri.
Melalui kemitraan ini, pihak STIPAR Soromandi Bima akan berperan aktif dalam memberikan pendampingan teknis, pelatihan SDM bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), penyusunan tata kelola destinasi, hingga strategi promosi digital pariwisata.
“Kami sangat bangga dengan Komitmen Pemdes Belo-Palibelo untuk mengembangkan Potensi Wisata Desanya dan menjadikan Desa Belo sebagai Desa Wisata” Tandas Pimpinan STIPAR Soromandi Bima Dr. Abustam, S.Sos., SH.,MH
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif dan Kemandirian Desa
Di sisi lain, perwakilan dari STIPAR Soromandi Bima menyambut baik inisiatif Pemdes Belo. Langkah progresif Pemdes Belo dalam mengoptimalkan potensi pesisir dan daratan menjadi daya tarik wisata dinilai sangat potensial untuk dijadikan model pengembangan desa wisata di Kabupaten Bima.
Pengembangan SDM: Pelatihan dan pendampingan tata kelola wisata bagi masyarakat dan pemuda setempat.
Pendampingan Teknis: Perencanaan masterplan kawasan wisata Lewa Mori agar lebih tertata dan ramah pengunjung.
Promosi & Pemasaran: Penguatan strategi digital marketing untuk menarik wisatawan lokal maupun regional.
Dengan terjalinnya MoU ini, Pemdes Belo optimis sektor pariwisata lokal akan tumbuh menjadi penggerak utama ekonomi kreatif desa, sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat Desa Belo ke depan.