Wartadesabelopalibelo- Kepala Desa Belo-Palibelo, Akhmad Fansuri, secara resmi melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan jaringan irigasi tersier melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Pembangunan jaringan irigasi dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I NTB ini dipusatkan di kawasan areal pertanian Desa Belo, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima.
Kegiatan peletakan batu pertama tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Desa Belo, Babinsa Desa Belo, Pengurus Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Pendamping Program, BPD, serta belasan petani setempat yang tampak antusias menyambut dimulainya proyek infrastruktur vital tersebut.
Dalam arahannya, Kades Belo Akhmad Fansuri mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi kepada pihak BWS Nusa Tenggara I NTB atas kepercayaan serta alokasi program P3-TGAI yang diberikan untuk Desa Belo, Kecamatan Palibelo. Menurutnya, pembenahan saluran irigasi ini merupakan langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan efisiensi pembagian air ke lahan persawahan warga.
"Air adalah urat nadi sektor pertanian. Dengan dimulainya pembangunan irigasi P3-TGAI ini, kita berharap pasokan air ke areal persawahan petani di Desa Belo menjadi lebih lancar, teratur, dan efisien. Ini adalah bentuk komitmen kita bersama untuk menggenjot produktivitas hasil panen demi kesejahteraan masyarakat," tegas Akhmad Fansuri.
Beliau juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat dan kelompok tani penerima manfaat agar dapat mengawasi proses pengerjaan sehingga hasilnya berkualitas dan bertahan lama.
Program P3-TGAI Di Desa Belo terdapat dua Kelompok yaitu akan dilaksanakan oleh P3A Galeso dan P3A Belo Bersinar ini dilaksanakan secara partisipatif dengan pola Swakelola. Pengerjaan fisik proyek melibatkan langsung pengerahan tenaga kerja dari para petani dan masyarakat lokal Desa Belo.
- Sistem Pengerjaan: Swakelola oleh kelompok tani P3A setempat.
- Tujuan Utama: Mengurangi tingkat kebocoran air (seepage) dan memperluas daya jangkau aliran air ke sawah-sawah warga.
- Dampak Ekonomi: Memberikan penghasilan tambahan bagi para pekerja lokal selama masa konstruksi.
Para petani Desa Belo menyambut baik dan bersyukur atas dimulainya pembangunan irigasi ini. Selama ini, keterbatasan infrastruktur irigasi permanen kerap memicu kendala pasokan air, terutama saat debit air berkurang.
Dengan peletakan batu pertama ini, pembangunan fisik irigasi P3-TGAI di Desa Belo, Kecamatan Palibelo, diharapkan berjalan lancar dan selesai tepat waktu agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh para petani pada musim tanam mendatang.