wartadesabelopalibelo — Desa Belo, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, menerima kunjungan kerja dari Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) beserta rombongan yang didampingi Disnakkeswan Kabupaten Bima serta UPT Peternakan Palinbelo pada hari ini Sabtu (17/10/2026). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka peninjauan dan survei lokasi calon kawasan pembibitan sapi potong di wilayah Kabupaten Bima.
Kegiatan survei ini mencakup beberapa lokasi, yaitu:
Desa Belo, Kecamatan Palibelo
Desa Rabakodo, Kecamatan Woha
Desa Mpuri, Kecamatan Madapangga
Desa Bolo, Kecamatan Madapangga
Kehadiran jajaran Disnakkeswan Provinsi NTB ini disambut hangat oleh pemerintah desa setempat, tokoh masyarakat, serta kelompok tani dan ternak di Desa Belo.
Survei lapangan ini bertujuan untuk menilai daya dukung wilayah, ketersediaan pakan hijau, sumber air, serta kesiapan sarana dan prasarana penunjang. Desa Belo sebagai lokasi calon kawasan pembibitan sapi potong dinilai memiliki potensi strategis untuk dikembangkan menjadi pusat pembibitan (breeding) sapi potong unggul guna mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan kebutuhan daging nasional.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB menyampaikan bahwa Kabupaten Bima, khususnya Desa Belo sebagai lokasi calon kawasan pembibitan sapi potong memiliki keunggulan geografis dan tradisi beternak yang kuat. Melalui kegiatan survei ini, diharapkan kriteria teknis penetapan kawasan pembibitan dapat terpenuhi dengan baik.
"Kabupaten Bima sejak lama dikenal sebagai salah satu lumbung ternak sapi potong di NTB. Peninjauan lokasi ini merupakan langkah awal yang sangat penting untuk memastikan penetapan kawasan pembibitan sapi potong tepat sasaran, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi peningkatan ekonomi para peternak lokal," ujar Kadisnakkeswan NTB di sela-sela peninjauan.
Sementara itu, Pemerintah Desa Belo menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian dari Pemerintah Provinsi NTB. Semoga Program pengembangan kawasan pembibitan sapi potong ini bisa terealisasi di Desa Belo dan diharapkan tidak hanya meningkatkan populasi dan kualitas genetik sapi di wilayah tersebut, tetapi juga mampu membuka peluang usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Kegiatan survei peninjauan lokasi berjalan dengan lancar dan ditutup dengan diskusi interaktif antara rombongan Disnakkeswan Provinsi NTB, dinas terkait tingkat kabupaten, serta para pengurus kelompok ternak setempat.